Tips n trik menghadapi orang pingsan

pagi hari yang cerah..

seperti biasa matahari menyirami badan kaya orang nyiram taneman… beuh.. dingin dong ah..

setelan celana pendek kaos oblong spatu futsal. saatnya olahraga, lari pagi.. (kaya lagunya bang Aji Oma). gw keluarin dah 6603 TCG si motor biru andalan. sementara jam uda ada diangka 6 menjelang 7, waduh padahal janji jemput jam 6 nih. ga pake dipanasin lagi si motor, langsung tancep gas. Alhasil agak batuk2 deh dia kedinginan.

Jalan simpang pun menyapa dengan mobil dan motor yang lumayan antre, maklum hari rabu. Rencana manuver seperti biasa, belok kanan muter di Mc D (tujuan ke arah kanayakan dari Tubis). lampu sen uda kelap-kelip diikuti handling yang canggih untuk belok ke kanan, tinggal langkah terakhir putar arah di Mc D. beuh… ada prokis (polisi), kagak jadi dah, aturan mah 1 menit jadi 3 menit muter ke arah baksil dulu.

Singkat cerita, sampe di pintu masuk Sabuga dan udah ada penumpang tambahan di jok belakang. parkir motornya sepi, pikiran “wah asik nih, larinya enak, tracknya kosong, paling kakek2 ama emak2 yang jalan pagi”.

oke.. diawali dengan pemanasan dari atas ke bawah, pala diputer, tangan diputer, kaki diputer (kalo badan ane blon bisa dah muternye..). Sip, pemanasan selesai. Dimulai dengan kata ” yok lari” kami pun mulai lari santai tapi semangat.. (huehe lebay). sambil ngeliat ke atas “wah langit nye bagus, cerah”, lari kecil jalan terus supaya keringet cepet nongol. putaran pertama hampir sampai, wah ada teman kami yang udah bermandi keringat. Langsung penumpang motor yang satu lagi tadi berteriak ” hai ian…..”.

Kulit uda mulai lembab seiring datengnye keringet, dan putaran kedua pun gak kerasa udah lewat. Orang di sebelah tau-tau ngomong “duh perut ku sakit” yauda ubah ke mode jalan kaki.. trus dilanjutkan dengan “kok jadi pusing” lho..lho.lho… tiba2 hampir ambruk nih badan cwe yang berlari bersama gw.. Waduh..

kebingungan, kata2 pertama yang keluar ialah “Coba-coba liat yang ijo2”. Soalnya kata pak guru di sekolah kalo lagi upacara trus mao pingsan, kita mesti liat ke pohon yang ijo2. bukan nya makin seger makin riyep tuh mata.

tips n trik 1 : jangan terlalu percaya ama guru sekaolah lo

waduh pingsan.. secara ilmiah daya yang dibutuhkan untuk mengangkat orang pingsan tadi seharusnya cukup dengan tenaga gw sendiri. tapi karena panik, malah jadi lemes dan celingak-celinguk cari bantuan. untungnya ada ibu2 dateng trus ngebantu gotong ke bawah pohon.

tips n trik 2: percaya diri dan jangan panik

Setelah dibawah pohon, menurut perintah ibu2 tadi gw harus nyari teh manis anget dan minyak angin.

tips n trik 3 : kalo ada orang pingsan langsung lari mencari obat terkait dan suplai glukosa cepat saji, ga usah nunggu command

singkat cerita gw lari nyari teh manis dan minyak angin. lari secepat kilat sampe di kantin sabuga disambut ama ibu2 yang lagi bikin gorengan (waduh… laper…, oiya lupa lg cari bantuan) “bu.. tehmanis nya ya yang anget..” lagsung gw minta. ” iya den, tunggu bentar ya…” waduh.. “bu buat orang pingsan nih…”,cetus gw, “oiya?” si ibu kaget, gerakan si ibu langsung jadi secepat kilat. Setelah dapet teh manis langsung gw lari, nyampe TKP ibu yang jago mijit bilang “gimana minumnya nih, kan ga bisa langsung.

tips n trik 4 : kalo teh manis mau diminumin ke orang pingsan harus ada alat bantu. misalnya gayung ( jgn kegedean), sedotan (napas aje susah, disuruh nyeruput teh manis pake sedotan), sendok (nah ini yang ideal)

Karena lupa meminjam sendok, jadi gw balik lagi ke kantin. sambil ngambil minyak angin yang tadi kelupaan juga. Setelah itu, datang bapak2 dan bilang “kita pindahin aja ketempat yang tertutup. ntar malah masuk angin di udara terbuka gini”. Jadi diangkutlah cwe yang konon lagi lari pagi bareng gw tadi ke ruang pegurus sarana. Sampe sana malah gw bingung di apain nih biar sadar.

tips n trik 5 : kalo ada teh anget, kalo ada orang pingsan, hubungannya adalah masukan cairan bernama teh hangat tadi ke mulut korban.

“De, jangan bengong aja, diminumin tuh teh anget nya..” kata si ibu yang jago mijit. serentak gw ambil sendok trus ambil teh anget lalu diminumkan ke sang pingsan.”

tips n trik 6 : hendaknya perlu belajar mijit jari kaki kalo sewaktu2 orang terdekat lo pingsan. (soalnya formulasi teh manis dan pijitan jari kaki yang dibikin si ibu bikin dia sepet sadar.

Alhamdulillah…. melek juga cwe gw…fyuhh… udah hampir copot nih jantung. hampir pingsan jg gw nya,,, huahahaha..

setelah itu satu persatu orang yang membantu gw tadi bepergian. dan gw pun bergegas ngembaliin teh manis dan nunggu tenaga yang pingsan pulih dan langsung pulang kerumah.

tips n trik 7 : Pastikan jika anda mengajak orang untuk lari pagi, orang itu makan tadi malam ato paling ngga uda ada asupan energi di pagi hari.

akhirnya.. pingsan tidak datang hanya karena kekhilapan… tapi juga karena adanya kesempatan..

WASPADALAH….WASPADALAH…

jangan males makan lagiii yaaa…

Comments (2) »

Hari yang Bijak

Kuliah pagi itu saya merasa ngantuk karena jam tidur yang mulai tidak karuan. Kuliah berputar dalam pembicaraan energi aktivasi dan konstanta arhenius. tiba sang Dosen bertanya kepada mahasiswanya tentang bagaimana cara mendapatkan nilai energi aktivasi dari suatu konstanta laju reaksi. kontan semua mahasiswa tertuju perhatiannya kepada sang dosen yang sangat ekspresif itu. sebernanya saya yakin kami semua tau jawaban pertanyaan itu namun semuanya pun enggan untuk menjawab entah dalih apa yang ada di otak masing-masing individu di ruangan tersebut.

Bergeming disertai iringan suara jangkrik yang riuh bersahut-sahutan tak ada satu kata pun yang keluar dari satu mulut pun di ruangan tersebut.

Dan dimulailah keluhan sang Dosen tentang apa yang selama ini menurutnya menjadi permasalahan pada individu-individu mahasiswanya. individualisme yang berlebihan dan kurangnya rasa ingin berpartisipasi yang dimiliki oleh mahasiswa-mahasiswanya. Bagaimana beberapa tahun kedepan kita akan mempunyai key person yang akan memegang tampuk kekuasaan di negeri ini jika mahasiswa sekarang berkelakuan seperti ini?. kalimat sebelum kalimat ini adalah rekaan intisari curhat sang Dosen selama kurang lebih setengah jam.

Sampai detik ini saya merasa saya adalah salah satu orang yang kurang memiliki rasa ingin berpartisipasi seperti ujaran sang Dosen. Tapi menurut saya letak permasalahannya adalah bagaimana saya merasa kesulitan menyampaikan isi pikiran saya agar dapat dimengeti oleh orang lain dengan baik.

Entah kenapa sore harinya lagi-lagi terjadi percakapan yang membuat saya merasa orang lain sulit menangkap isi pembicaraan saya. Tepatnya ketika percakapan dengan seorang Dosen di ruangan sempit bersama tiga teman saya.

“Menurut saya pak, jika kita ingin mengatakan suatu reaktor itu adiabatis atau tidak saat kita gunakan maka dalam perhitungannya kita menggunakan waktu pengamatan, sedangkan waktu reaksi kita gunakan untuk melaporkan apakah jalannya reaksi pada reaktor yang adiabatis atau tidak”

Dan barisan kata di atas ditangkap sebagai saya menyatakan sika kita ingin mengetahui keadiabatisan suatu reaktor maka kita gunakan waktu pengamatan.

Jelaslah saya perlu berlatih mengungkapkan sesuatu kepada orang lain secara lebih jelas, singkat, padat dan tepat.

jika anda bingung membaca rentetan kalimat diatas artinya saya saat ini belum berlatih atau tidak berhasil melakukan latihan..

haha..

makin bingung..

Comments (3) »

Nice words from master oogway

Tidak akan pernah berhenti mulut ini mengucap syukur ketika mata terbuka matahari pun bersinar terang. Memberikan energi yang tiada henti membangkitkan semangat dalam diri.

“Kemarin adalah sejarah, esok adalah misteri, dan saat ini adalah anugerah, makanya kita menyebutnya dengan present (hadiah)” kata master oogway.

sejarah kemarin kita gunakan untuk menghadapi anugerah yang sedang mengalir, anugerah ini akan kita persiapkan untuk menghadapi misteri esok. Tapi yang terpenting anugerah yang tiada henti didapat kita harus syukuri terlebih dahulu. karena dengan itu kita bisa memaknai mereka bertiga satu persatu.

pagi ini senyumku tak bisa kuhentikan karena anugerah yang mengalir begitu deras. Dan selama itu pun syukurku dan terimakasihku pun tak bisa kuhentikan. entah bagaimana aku membalasnya. aku tak yakin aku bisa melampauinya. tapi sekali lagi master oogway berkata “You just need to believe”. So i’ll believe that i can do it and will be done nicely.

terima kasih ku takkan cukup menampung anugerah yang kuterima saat ini. tapi yang jelas aku akan berusaha dengan seluruh jiwa raga untuk mempertahankan senyum matahari ku yang tiada henti memancarkan energi yang meembuatku bisa melewati kemarin, saat ini dan esok yang lebih baik.

you are the best i’ve ever had.

Comments (1) »

Puasa Setengah Hati

Seorang pemain tengah sebuah tim Tarkam sedang menggiring bola melewati 1.. 2.. 3.. pemain lawan lalu melakukan operan satu-dua dengan temannya dan tinggal lah kiper seorang diri yang perlu ia hadapi. Tetapi ketika mengeksekusi tendangannya hanya mampu mengenai mistar gawang dan keluar dari lapangan. Betapa sedihnya usaha menggocek yang ia lakukan dengan susah payah tetapi tidak berhasil membuahkan subuah gol. Usaha beberapa saat tersebut akan menjadi sia-sia dalam sekejap mata karena tidak dapat menghasilkan sebuah gol. Nah inilah yang sama-sama kita hindari ketika kita akan melalui ramadhan yang suci ini.

Ketika kita menahan rasa lapar dan dahaga seharian penuh maka semua akan menjadi usaha yang sia-sia dalam artian tidak mendapatkan apa-apa bilamana kita melakukannya setengah hati. Yaitu tetap melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mengikis habis pahala puasa kita seperti bergunjing atau yang sering kita sebut dengan bergosip dan kegiatan-kegiatan lainnya. Inilah yang seharusnya dapat kita tinggalkan agar puasa kita tidak sia-sia yang pada tulisan ini saya sebut dengan puasa setengah hati.

Rasulullah saw. bersabda: Betapa banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya itu kecuali lapar dan dahaga” (HR Ahmad)

Jika kita mengingat semasa kita kecil dan melakukan latihan puasa terkadang kita melakukan puasa itu setengah hari. Jadi ketika dzuhur kita berbuka dan kita lanjutkan lagi hingga maghrib. Kalau kita meluhat anak kecil yang masih jernih pikirannya dan polos perilakunya maka ia melakukan latihan puasa setengah hari dengan sungguh-sungguh. Walaupun ia menangkap bahwa puasa yang ia lakukan ialah menahan lapar dan haus maka ia lakukan dengan sungguh-sungguh seperti apa yang dijelaskan oleh orangtuanya atau gurunya. Dan memang saat itu godaan terberat mereka ialah menahan rasa lapar dan haus mereka. Jadi mereka akan berusaha sekuat tenaga untuk tidak melanggar itu. Dan ironisnya ketika kita orang yang sudah akil baligh yang berarti sudah bias berpikir dengan jauh, kita tidak melakukan usaha sekuat tenaga kita untuk melakukan itu. Yaitu menahan godaan yang sudah bukan hanya sekadar menahan rasa lapar dan haus seharusnya! Akhlak dan budi pekerti kita juga hendaknya dapat dilatih selama kita berpuasa ramadhan tersebut. Misalnya saja menggunjing orang atau berkata-kata kotor. Kebiasaan ini seharusnya kita hilangkan selama latihan di bulan ramadhan ini.

Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan ghibah maka tiada artinya di sisi Allah baginya berpuasa dari makan dan minum” (HR Bukhari)

Selama puasa pun seyogyanya bukan Cuma kita melatih untuk meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang buruk, tetapi disinilah ladang pahala benar-benar di gelar oleh Allah SWT. Bayangkan saja ketika kita menghadiri sebuah pesta yang menghidangkan berbagai jenis makanan dari mulai kue-kue yang lezat sampai ke makanan-makanan mewah yang sangat menggiurkan. Tetapi di pesta itu kita hanya menghisap rokok kita dan tidak memakan apa-apa. Udah mah merokok itu ga baik, kita menyia-nyiakan hidangan gratis di depan mata kita. Nah di bulan ramadhan pun seperti itu. Setiap ibadah pahalanya dilipatgandakan. Alangkah ruginya kita, bukan hanya sia-sia, jika kita tidak melakukan amalan-amalan tambahan lainnya seperti sholat sunah atau tadarus. Tetapi hal ini bukan berarti kita mendahulukan yang sunah daripada yang wajib. Lengkapi dulu amalan wajib kita seperti sholat lima waktu, barulah kita raup pahala dari amalan-amalan lainnya.

Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah r.a, bahwa Nabi saw. bersabda: “Setiap amal yang dilakukan anak adam adalah untuknya, dan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman, ‘Kecuali puasa, itu untukKu dan Aku yang langsung membalasnya. Ia telah meninggalkan syahwat, makan dan minumnya karenaKu.’ Orang yang berpuasa mendapatkan dua kesenangan, yaitu kesenangan ketika berbuka puasa dan kesenangan ketika berjumpa dengan Tuhannya. Sungguh, bau mulut orang berpuasa lebih harum daripada aroma kesturi.”

Jadi marilah kita menjadi striker yang dapat mencetak gol ke gawang lawan, menjadi anak kecil yang berlatih puasa dengan sungguh-sungguh, dan menjadi tamu pesta yang dapat menikmati hidangan yang disediakan dengan puas. Sesungguhnya seseorang menulis ini bukan karena ia sudah melakukan semua hal itu, tetapi ia ingin bersama-sama menjadi orang yang melakukan semua hal itu.

Comments (4) »

Terlalu Baik untuk Menjadi Benar, Tetapi Ini Benar

Untuk menanam padi ternyata terdapat beberapa perbedaan cara menanam antar daerah penghasil padi. Variasinya bermacam-macam, mulai dari sistem pengairan, cara menyemai, sampai kepada pemakaian insektisida dan pupuk, mungkin ini tejadi karena perbedaan karakteristik tanah disetiap daerah. Yang jelas cara-cara konvensional yang sekarang digunakan petani mempunyai efektivitas yang kurang dan efek lingkungan yang kurang baik. Kita lihat saja pada pemakaian pupuk anorganik yang sangat berlebihan. Sebelum orde baru petani kita masih mengandalkan pupuk alami atau organik pada sawahnya, tetapi semenjak pemerintah ingin melakukan intensifikasi pertanian maka bergulirlah penggunaan pupuk anorganik. Untuk jangka pendek memang terlihat hasil pertanian kita naik hingga mencapai swasembada beras. Tetapi saat ini mulai terlihat bahwa dampak penggunaan pupuk yang menurunkan kesuburan tanah. Sekarang petani mengakalinya dengan gegabah, misalnya saja penggunaan pupuk yang ditambah.

Pada tanggal 22-23 april kemarin digelar pelatihan yang diprakarsai oleh Paguyuban Patra Mekar dan beberapa elemen lain seperti Ganesha entrepreneur club, Petamina, Dinas Pertanian kab bandung. Judul pelatihan itu menarik, yaitu Pelatihan Pola Tanam Padi SRI Organik. Apa itu SRI? Ya tiga huruf itu masih jadi perdebatan diantara pakar pertanian. System of Rice Intensification merupakan metode yang dikembangkan 20 tahun lalu oleh Fr. Henri de Laulanié S.J. seorang yang menghabiskan 34 tahun mengamati dan bereksperimen bersama petani. Sistem yang terdengarnya wah.. namun sangat mudah untuk diterapkan. Dalam Pelatihan tersebut hadir pula Dr. Mubiar Purwasasmita salah satu dosen berpengalaman di ITB dan pemerhati lingkungan Bandung. Beliau menjelaskan dengan sangat baik kepada para petani bagaimana kita memperlakukan tanah sebagai bioreactor yang bukan saja akan menjadikan hasil panen berlipat tetapi juga menjadikan tanah kita tetap subur.

Pada hakikatnya SRI ini ialah sistem yang menitikberatkan intensifikasi pada proses bagaimana padi tumbuh berkembang ditanah. Jadi variabel yang dimainkan bukan penggunaan suatu produk melainkan bagaimana perlakuan kita terhadap padi yag ditanam serta penggunaan kompos sebagai pembangun kembali tanah kita yang mulai rusak. Percaya atau tidak percaya cara ini mampu menaikkan hasil panen petani yang tadinya Cuma berkisar antar 7 sampai 8 ton per ha menjadi angka yang bisa mencapai 12 ton per ha. Bayangkan, jika semua petani kita mau mamulai untuk mencoba menggunakan cara ini, ketahanan pangan kita akan meningkat dan bahkan tidak tertutup kemungkinan kelak kita dapat mencapai swasembada beras episode kedua. Memang ini terdengar terlalu baik untuk menjadi benar, tetapi ini benar. Dan jika kita dapat mengesampingkan ambisi dan ego pribadi untuk menyadarkan petani kita tentang perubahan ini, tidak akan sulit untuk memberikan kontribusi kita pada bangsa ini.

Akhmad Arfiyan

Leave a comment »

Ketika Indonesia ada pada puncaknya

KOMPAS, Sabtu, 12 April 2008 | 00:56 WIB

Jakob Sumardjo

Kapan waktunya dan siapa presidennya, belum diketahui. Namun, keberadaannya jelas karena logikanya juga jelas, yaitu potensi alamnya yang luar biasa, dan jumlah penduduknya yang begini besar tak mungkin goblok semua.

Saat itu presidennya tegas dan keras, tidak takut mati dan tidak takut kehilangan pendukungnya. Hatinya baik, tidak ada pikiran uang sama sekali karena sejak bayi sudah kaya-raya. Ketegasannya mendapat dukungan seluruh rakyat miskin di Indonesia, yaitu dalam melenyapkan korupsi, kejahatan dasar yang membuat negara ini hampir saja pecah belah.

Koruptor yang diketahui menilep uang negara satu miliar ke atas langsung dihukum mati karena yang antre untuk diadili begitu panjang. Koruptor di atas setengah miliar dipotong tangannya dan dipenjara seumur hidup. Yang korup seratus juta ke bawah dihukum seumur hidup. Khusus perkara korupsi tidak ada naik banding menurut hukum negara yang disetujui DPR, yang anggota-anggotanya cerdas, baik hati, tak banyak bicara, tetapi lebih banyak berpikir.

Dalam waktu satu tahun pertama pemerintahannya, nafsu orang yang ingin korup langsung lenyap. Hampir tiap hari ada koruptor dihukum mati, sampai banyak yang tak sempat disiarkan media. Keluarga koruptor yang dihukum mati, saat itu, tak mau mengubur sendiri, takut kerandanya ditimpuki rakyat miskin yang marah.

Demi perikemanusiaan

Pers dalam dan luar negeri cerewet menantang pemberantasan korupsi yang mereka nilai biadab dan melanggar hak asasi manusia ini. Namun, presiden kita memang orang berani. “Saya tidak takut masuk neraka,” katanya kepada para juru kritik. “Dalam situasi luar biasa, diperlukan tindakan luar biasa,” tambah wakil presidennya yang sama-sama batu karangnya.

Dalam waktu dua tahun pertama masa kepresidenannya, tak seorang pegawai negeri pun berani mangkir kerja tanpa surat dokter negeri. Orang berseragam pegawai negeri tak ada di jalanan, apalagi mal. Merokok pun tak berani, kecuali saat istirahat. Tiba-tiba seluruh pegawai negeri sibuk bekerja karena tugasnya tak habis-habis, semua melalui prosedur yang semestinya. Orang yang suka menyogok pegawai pun tak berkutik akibat semua pegawai negeri tak butuh sogokan, takut dipecat hari itu juga.

Para polisi di jalan raya dan di tempat lain tak lagi membawa pistol. Mereka hanya dibekali pentungan karet. Semua pengguna jalan tertib, antrean lama tak mengapa, karena tilang langsung dengan denda tinggi amat menakutkan. Para pengguna jalan ini patuh membayar denda tinggi karena yakin, uang denda benar-benar masuk kas negara.

Meski polisi tidak bersenjata, nyali para penjahat juga kecut karena yang diketahui membunuh korban langsung dihukum mati. Utang nyawa bayar nyawa, itulah semboyan di pojok-pojok toko. Para pemerkosa dihukum seumur hidup. Dua kali memerkosa dihukum mati. Di mana sila Perikemanusiaan dalam Pancasila? Jawab presiden, “Itu semua dilakukan demi perikemanusiaan. Bukan perikejahatan! ”

Setelah pemberantasan biang kekacauan, berangsur-angsur negara Indonesia membutuhkan tambahan pegawai. Karena tak ada lagi budaya sogok, hanya mereka yang benar-benar mampu di bidangnya dapat diterima. Kerja pembangunan bisa dilaksanakan. Tidak ada rencana pembangunan yang tak berhasil karena semua dana utuh sampai selesai. Jalan-jalan mulus. Kemacetan tak ada lagi akibat pembangunan jalan layang bagai kabel listrik di kota-kota besar. Dan subway dibangun di mana-mana.

Ibu kota negara dipindah ke Kalimantan, di tengah-tengah kepulauan Indonesia. Itulah Washington Indonesia. Jakarta adalah New York-nya Indonesia. Bandara seperti Soekarno-Hatta dibangun di 20 kota besar Indonesia. Semua berasal dari uang negara yang 100 persen selamat. Coba tahun 1970-an sudah begini, Indonesia akan disebut macan Asia nomor dua setelah Jepang.

Syarat kesuburan

Pada pemerintahan kedua, turis Indonesia ditunggu-tunggu di negara-negara tetangga. TKI dan TKW telah lenyap sejak pemerintahan pertama hampir berakhir. Bahkan, TKW lain bangsa masuk Indonesia.

Turisme bukan lagi slogan. Menteri Pariwisata paling sibuk bekerja. Pada malam hari, lampu kantor ini tak pernah padam. Devisa sektor ini melebihi pendapatan pajak, pertambangan, pertanian, kehutanan. Para turis dimanja karena aman, transpor tepat waktu, dan “Bali-Bali” baru bertebaran di Indonesia.

Nilai mata uang rupiah yang puluhan tahun bikin malu bangsa (negara sama sekali tak malu) diturunkan menjadi satu dollar AS setara satu rupiah RI. Bayangkan kalau kekayaan negara dihitung dalam nilai mata uang lama akan membingungkan kepala akibat triliun dari triliun dan triliun rupiah. Harga mobil paling mewah cuma Rp 200.000. Gaji pegawai negeri paling top Rp 70.000. Recehan satu sen ada di kantong tiap warga negara.

Setelah pemerintahannya yang kedua berakhir, presiden dan wakil presiden kita pensiun. Meski rakyat tetap ingin memilihnya, keduanya tetap menolak karena tak sesuai dengan undang-undang. Penggantinya tidak sehebat presiden kita itu, tetapi tak apa sebab seluruh bangsa telah memasuki budaya baru, yaitu budaya bersih. Orang takut, namanya masuk koran meski cuma nyopet jam tangan.

Impian tata temtrem kerta raharja, adil makmur ternyata bukan omong kosong dongeng anak-anak. Kuncinya hanya satu, tembak mati para maling negara, entah jemaah maupun perorangan. Ibu Pertiwi akan bersimbah darah para penjarah, tetapi itulah syarat kesuburan.

Jakob Sumardjo Esais

Leave a comment »